X

Rohidin Minta Organisasi HIKMA Bersama Melestarikan Budaya Tari Andun

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. (Foto: HS)

Kilas.co.id, Bengkulu – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengajak Keluarga Besar Himpunan Keluarga Manna (HIKMA) bersama melestarikan budaya lokal agar tidak punah oleh kemajuan zaman, salah satunya Tari Andun.

Pesan itu Rohidin sampaikan saat menghadiri Halal Bihalal di Sport Center Bengkulu, Minggu 28 April 2024 bersama Keluarga Besar Himpunan Keluarga Manna.

Tari Andun yang merupakan salah satu tari rakyat yang berasal dari Bengkulu ini, saat ini masih sering dipentaskan oleh sanggar seni. Namun, budaya itu, kata Rohidin akan lebih dikenal lebih luas apabila HIMKA turut berperan menjaga dan melestarikannya.

“Kelompok sanggar la biasa (melaksanakan pagelaran budaya ataupun seni budaya). Namun, jika diangkat dan dikenalkan oleh kelompok masyarakat seperti HIKMA (Kebudayaan Tari Andun) kita ini akan lebih bagus serta masyarakat dapat mencintai kebudayaan kita sendiri sehingga tidak dimakan zaman,” kata Rohidin.

Tari Andun sedang diperankan oleh kedua pengantin saat pesta pernikahan. (Foto:Ist)

Pertunjukan Tari Andun biasa dapat ditemui dalam pelaksanaan upacara adat Nundang Padi. Penari menampilkanya biasa dihalaman terbuka. Gerak tarinya berupa gerak sembah, gerak puji dan gerak saling tindih.

Nilai yang disampaikan dalam Tari Andun adalah nilai kebersamaan dan gotong royong dalam bermasyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Para penari Tari Andun yang perempuan menggunakan baju beludru merah, kain songket, dan sunting jurai.

Para penari laki-lakinya menggunakan songket pendek, celana panjang, jas, dan destar. Properti tari yang digunakan adalah kipas dan selendang. Tari Andun diiringi dengan musik yang dihasilkan dari suara kolintang dan rebana.

Saat perayaan pesta pernikahan di Bengkulu, Tari Andun saat masih sering dipentaskan. Biasanya dilakukan oleh para bujang dan gadis secara berpasangan pada malam hari dengan diringi musik kolintang.

Zaman dahulu, tari ini biasanya digunakan sebagai sarana mencari jodoh setelah selesai panen padi. Dalam pelaksanaannya, Tari Andun biasa ditarikan oleh para pemuda laki-laki dan perempuan secara berpasang-pasangan, tidak jarang juga hanya ditarikan oleh perempuan terutama yang belum menikah. (adv)

Redaksi Kilas: