Menu

Mode Gelap

Bengkulu Utara 23:58 WIB

Waspada DBD, Dinkes Kota Bengkulu Sarankan Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan


					Ilustrasi nyamuk Aedes Egypti. (Gambar: Ist) Perbesar

Ilustrasi nyamuk Aedes Egypti. (Gambar: Ist)

Kilas.co.id, Kota Bengkulu – Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal itu dikarenakan, kondisi musim hujan seperti saat ini dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi nyamuk Aedes Egypti. Salah satunya telur-telur nyamuk dapat berkembang biak terutama ketika terdapat genangan air hujan.

“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekitar rumah guna menghindari penyebaran wabah DBD,” ujar Plt Kadinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani, Selasa, 20 Februari 2024.

Selain menekankan untuk bersama menjaga lingkungan, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menerapkan 5M, yaitu mengubur barang bekas yang dapat menampung air, menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi atau penampungan air minimal dua kali dalam satu minggu.

Langkah-langkah tersebut dinilai efektif untuk menghindari perkembangan biakan nyamuk.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan masyarakat menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan dan mengganti air di vas bunga serta masyarakat dapat menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi gizi seimbang dan agar tidak terjadi demam berdarah.

Untuk diketahui, mayoritas penderita DBD Kota Bengkulu didominasi oleh anak-anak dan untuk upaya pencegahan DBD tersebut tanpa melakukan upaya fogging atau pengasapan terhadap jentik nyamuk besar-besaran untuk menghindari efek samping yang ditimbulkan.

Pihaknya juga meminimalisir penggunaan pengasapan untuk membasmi jentik nyamuk sebab cairan yang digunakan terdapat zat-zat yang berbahaya untuk masyarakat dan lingkungan.

“Fogging itu sebenarnya tidak disarankan lagi karena banyak bahayanya. Sebab yang keluar dari mesin fogging bukan hanya sekedar obat untuk membunuh jentik nyamuk tapi juga zat-zat yang berbahaya seperti solar dan lainnya,” jelasnya.

Sebab, alat fogging menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang menyebabkan tanaman mati dan menimbulkan iritasi bagi manusia jika terkena kulit. (HS)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Dewan Ingatkan Pemudik Untuk Mengedepankan Kewaspadaan Saat Mudik Lebaran

13 April 2024 - 22:48 WIB

Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu, Gubernur Prof Rohidin Pesan Agar Masyarakat Teruskan Nilai Ibadah Berkualitas

10 April 2024 - 19:12 WIB

Pemkot Bengkulu Dirikan Posko Layanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2024

10 April 2024 - 17:47 WIB

BPBD Mencatat, 575 Warga Terdampak Banjir di Kepahiang

9 April 2024 - 23:58 WIB

Dewan Minta Pemerintah Provinsi Bengkulu Menyelesaikan Pembangunan Infrastruktur Di Daerah

8 April 2024 - 21:05 WIB

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Zulasmi Octarina Mengajak Masyarakat Menikmati Objek Wisata Lokal Saat Libur Lebaran

7 April 2024 - 21:32 WIB

Trending di Pemerintahan