Menu

Mode Gelap

Berita 23:07 WIB

Warga Desa Sidorejo Meminta Pemerintah Daerah Memperbaiki Jalan di Desa Mereka yang Sering Terjadi Banjir


					Tampak jalan di Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan saat terjadi banjir. (Foto: Alek) Perbesar

Tampak jalan di Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan saat terjadi banjir. (Foto: Alek)

Kilas.co.id, Kepahiang – Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang meminta pemerintah daerah menanggapi keluhan warga terkait jalan penghubung desa di area Kecamatan Kabawetan sering mengalami banjir saat hujan lebat turun. Tepatnya ditikungan area kebun teh.

Sarno, warga setempat mengatakan, bersama warga desa lainya saat jalan tersebut banjir, tidak jarang mereka harus bergotong royong memberishkan jalan. Hal itu akibat dari gorong-gorong yang terlalu kecil sering terjadi penyumbatan.

Bahkan, saat ujan lebat ujar Sarno, mereka harus menunggu air surut terlebih dahulu baru jalan tersebut bisa dilalui.

Ditambah, sekitar jalan itu sudah rawan longsor yang disebabkan akibat galian pemasangan kabel.

Sehingga dari keluhan itu warga setempat meminta pemerintah segera mengambil tindakan. Harapan mereka dibangun jembatan agar tidak terulang kembali banjir.

“Semoga jalan lintas yang saat ini kita kerjakan secara bergotong royong setiap tahun dapat diperbaiki oleh pemerintah menjadi jembatan saja. Tidak usah gorong-gorong lagi. Karena jika tidak diperbaiki, maka masalah banjir terus terjadi,” terang Sarno warga desa setempat.

Menanggapi permasalahan itu, mereka sudah beberapa kali mengusulkan kepada anggata DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi pada saat menggelar reses. Namun sampai saat ini usulan itu belum ada tanggapan.

Harapan yang sama disampikan Kasi, Kepala Desa Sidorejo terkait jalan yang sering terjadi banjir tersebut. Harapanya pemerintah daerah segara melakukan pembangunan alternatif atas jalan yang sering banjir itu.

Karena agar jalan penghubung desa tersebut dapat dilalui saat terjadi banjir mereka harus bergotong royong membersihkan sumbatan di gorong-gorong. Dalam satu tahun 3 sampai 4 kali terjadi banjir. Akbiatnya, warga yang hendak melintas terpaksa menunggu air surut.

“Hari ini kita gotong royong, setiap tahun kita gotong royong 3 sampai 4 kali. Karena jalan lintas yang kita kerjakan saat ini sering alami banjir yang susah dilalui, bahkan tidak bisa dilalui harus nunggus airnya surut,” terang Kades Sidorejo. (Andes)

Baca juga: https://www.kilas.co.id/pemprov-bengkulu-salurkan-bantuan-kepada-korban-banjir-bandang-agam/

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kopi Kepahiang Kini Sudah Masuk Pasar Internasional, Pak Sahid Coffee Sudah MoU dengan Kopinada

19 Juli 2024 - 00:00 WIB

Stand Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kepahiang Dinobatkan Stand Paling Kreatif

17 Juli 2024 - 23:30 WIB

Semangati Siswa Baru Mengikuti MATSAMA, Kakankemenag Kepahiang; Jadikan Kegiatan Ini Mengenal Lebih Dalam Madrasah

16 Juli 2024 - 23:12 WIB

Kakankemenag Kepahiang Tegaskan, ASN dan Non ASN untuk Tidak Bermain Judi Online

16 Juli 2024 - 22:41 WIB

Kejati Bengkulu Saat Ini Memiliki Dua Aplikasi Untuk Memberikan Kemudahan Pelayanan Pada Masyarakat

15 Juli 2024 - 23:19 WIB

Pria Buruh Petik Kopi di Kepahiang Ditemukan Gantung Diri di Pohon Jambu

12 Juli 2024 - 23:42 WIB

Trending di Berita