Menu

Mode Gelap

Berita 21:08 WIB

Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah Sampaikan Banyak Cara untuk Menekan Angka Stunting


					Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah saat memberikan kata sambutan dalam kegiatan workshop Inovasi Penurunan Stunting bartempat di Two K. Azana Styel Hotel Kota Bengkulu, Senin, 6 Mei 2024. (Foto: Dok) Perbesar

Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah saat memberikan kata sambutan dalam kegiatan workshop Inovasi Penurunan Stunting bartempat di Two K. Azana Styel Hotel Kota Bengkulu, Senin, 6 Mei 2024. (Foto: Dok)

Kilas.co.id, Bengkulu – Menurut Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah banyak upaya yang dapat dilakukan dalam menekan angka stunting di Provinsi Bengkulu, salah satunya kolaborasi pemerintah daerah dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dibidang edukasi kepada masyarakat.

“Nanti prgram stunting yang ada di OPD bisa bekerja sama turun ke masyarakat seperti pemanfaat lahan kosong untuk diperdayakan dengan tanaman yang kaya gizi dan protein,” kara Rosjonsyah saat diwawacari usai membuka kegiatan workshop Inovasi Penurunan Stunting bartempat di Two K. Azana Styel Hotel Kota Bengkulu, Senin, 6 Mei 2024.

Menurut Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bengkulu, itu merupakan langkah yang strategis. Karena Konvergensi merupakan pendekatan penyampaian intervensi, yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi dan bersama-sama untuk mencegah stunting, kepada sasaran prioritas bukan antar instansi saja. “Tapi kita juga menggandeng pihak swasta,” lanjutnya.

Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah. (baju hitam)

Karena menurut Rosjonsyah masalah stunting yang selama ini menjadi tantangan semua pihak terutama menghadapi gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu, lanjut Rosjonsyah, dalam upaya percepatan penurunan stunting, strategi yang dilakukan haruslah tepat sasaran.

Untuk diketahui, stunting adalah masalah hambatan pertumbuhan, bantutan pertumbuhan, atau tengkes keadaan berhentinya pertumbuhan pada anak. Penyebab utama penyakit tengkes adalah kekurangan gizi pada waktu yang cukup lama. Pemberhentian pertumbuhan meliputi pertumbuhan tubuh dan otak.

Ciri-ciri anak yang mengalami stunting yaitu, lambatnya pertumbuhan, Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya, berat badan tidak naik bahkan akan cenderung menurun, kemampuan fokus dan memori belajarnya tidak baik, anak cenderung lebih pendiam. (adv)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bahan Kebutuhan Pokok Menjelang Idul Adha di Kepahiang Tergolong Stabil

15 Juni 2024 - 00:04 WIB

Kopi Kepahiang Akan Menjadi Produk Unggulan Kancah Nasional di Pameran Apkasi

14 Juni 2024 - 23:45 WIB

Kajati Bengkulu yang Baru Siap Bersinergi dengan Pers

13 Juni 2024 - 12:18 WIB

Kabar Gembira, Gaji 13 ASN Pemkot Bengkulu Segera Cair

13 Juni 2024 - 11:33 WIB

Perwal BPHTB Kini Bayar PBB Merujuk Berdasarkan Transaksi dan NJOP

12 Juni 2024 - 23:38 WIB

Pejabat Walikota Lantik Eko Agusrianto Jadi Pejabat Sekda Pemkot Bengkulu

12 Juni 2024 - 22:53 WIB

Trending di Pemkot Bengkulu