Menu

Mode Gelap

Berita Daerah 23:23 WIB

Tahun Ini DPPKBP3A Masih Fokus Turunkan Angka Stunting


					Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, (kanan) bersama Efie Muhafilah, istri Bupati Kepahiang. (kanan). Perbesar

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, (kanan) bersama Efie Muhafilah, istri Bupati Kepahiang. (kanan).

Kilas.co.id, Kepahiang – Dinas PPKBP3A tahun ini masih fokus dalam penanganan stunting, pasalnya tahun lalu angka kasus stunting naik menjadi 24,9% dari sebelumnya 22,9%. Dari indentifikasi yang dilakukan, salah satu faktor tersebut adalah pernikahan dini pasangan pengantin dan minimnya pengetahuan orang tua tentang komposisi asupan makanan bergizi dan sehat.

Stunting selain berpengaruh terhadap tumbuh kembang fisik sang anak, juga berakibat pada perkembangan mental sang buah hati. Untuk itu, masalah stunting masih menjadi perhatian serius DPPKBP3A.

“Kami akan massifkan sosialisasi mengenai pencegahan stunting. Apalagi ini nantinya akan berkaitan dengan kondisi masyarakat Kepahiang dan generasi penerus yang akan datang,” ungkap Kepala DP2KBP3A, Linda Rospita.

Ia menjelaskan stunting dapat disebabkan karena kekurangan gizi pada asupan makan si buah hati. Menurutnya, komposisi makanan haruslah seimbang berkaitan dengan kadar karbohidrat, mineral, protein dan vitamin yang terkandung dalam makanan. Komposisi yang tak seimbang dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi dalam waktu lama.

“Kekurangan asupan gizi dapat menyebabkan anak mengalami gizi buruk dan berujung pada stunting. Untuk itu, penting memperhatikan kandungan makanan yang diberikan. Protein tidak selalu daging, bisa berbentuk protein nabati seperti terdapat pada kacang-kacangan atau tempe,” jelasnya.

Faktor lainnya adalah masa hamil dan laktasi yang kurang asupan. Linda menjelaskan, sejak masa kehamilan hendaknya memperhatikan kandungan nutrisi yang dimakan, pun begitu saat masa menyusui.

“Ini berkaitan dengan pengetahuan dan akses terhadap makanan bergizi. Sebab itu, edukasi berkaitan dengan masa kehamilan dan laktasi sangat penting,” ulasnya.

Selain itu, kebersihan lingkungan juga turut berpengaruh. Sebab itu, sanitasi dan drainase di lingkungan tempat tinggal juga mesti diperhatikan.

Dalam waktu dekat, Linda menuturkan pihaknya juga akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan OPD lainnya untuk menangkal dan menurunkan angka stunting di Kepahiang. (AB)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu, Gubernur Prof Rohidin Pesan Agar Masyarakat Teruskan Nilai Ibadah Berkualitas

10 April 2024 - 19:12 WIB

Pemkot Bengkulu Dirikan Posko Layanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2024

10 April 2024 - 17:47 WIB

BPBD Mencatat, 575 Warga Terdampak Banjir di Kepahiang

9 April 2024 - 23:58 WIB

Pastikan Rumah Dalam Keadaan Aman Sebelum Mudik Lebaran

6 April 2024 - 23:27 WIB

Jelang Lebaran, Stok Gas LPG 3 Kg Aman

5 April 2024 - 23:45 WIB

Jembatan Rawa Makmur Kini Sudah Diperbaiki

5 April 2024 - 23:25 WIB

Trending di Pemkot Bengkulu