Menu

Mode Gelap

Provinsi Bengkulu 14:19 WIB

Penuhi Asupan Gizi untuk Cegah Stunting Pada Anak


					Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, saat Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting bertempat di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Senin, 03 Juni 2024. (Foto: Dok) Perbesar

Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, saat Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting bertempat di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Senin, 03 Juni 2024. (Foto: Dok)

Kilas.co.id, Bengkulu – Stunting menjadi perhatian serius pemerintah saat ini, selain dapat membuat anak lambat tumbuh berkembang, stunting juga dapat mempengaruhi kecerdasan otak pada anak. Saat ini beberapa upaya keras yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka stunting, salah satu yang dilakukan melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil, balita dan calon pengantin baru.

Stunting sendiri disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu lama. Kaitan erat stunting terjadi saat ibu hamil dan sesudah hamil.

Di Provinsi Bengkulu, berdasarkan data Dinas Kesehatan, pravalensi stunting tahun 2023 sebesar 20,2 persen. Sementara untuk tingkat nasional sebesar 21,5 persen. Untuk itu, diperlukan berbagai strategi dan upaya agar tujuan percepatan penurunan stunting dapat terwujud.

“Anak sehat adalah investasi bangsa, masa depan negara ini akan dilanjutkan oleh mereka. Oleh karena itu tugas kita bersama untuk mempersiapkan dan menjaga mereka dengan baik,” ungkap Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, saat Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting bertempat di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Senin, 03 Juni 2024.

Diketahui, usia balita dikenal dengan “Golden Periode” yang merupakan periode emas perkembangan otak anak yang dimulai dalam 1000 hari pertama kehidupannya. Sehingga pada periode ini perlu diberikan perhatian yang lebih, baik dari sisi nutrisi, kasih sayang maupun rangsangan tumbuh kembangnya.

“Tujuan intervensi ini adalah untuk meningkatkan dukungan, koordinasi dan kerja sama pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota yang pelaksanaannya terkhusus melalui pemerintah desa, puskesmas dan para pemangku kepentingan terkait,” sambung Denni.

Baca juga: https://www.kilas.co.id/p2kbp3a-kembali-mengiatkan-orang-tua-dampak-bahaya-stunting-pada-anak/

Gerakan ini dilakukan dalam berbagai rangkaian aksi bersama pendataan, pendampingan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi dan intervensi bagi ibu hamil, balita dan calon pengantin secara berkelanjutan.

Masyarakat juga bisa mendapatkan layanan melalui program baru berupa Wajah Baru Posyandu (Warupo) Bengkulu yang melayani semua kelompok umur.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan Komitmen Bersama Gerakan Nasional Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Provinsi Bengkulu bersama perwakilan Forkopimda dan perwakilan kabupaten/kota. (HS)

Baca juga: https://www.kilas.co.id/mega-sulastri-dukung-penekanan-angka-stunting-yang-jadi-fokus-pemerintah-provinsi-bengkulu/

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kajati Bengkulu yang Baru Siap Bersinergi dengan Pers

13 Juni 2024 - 12:18 WIB

Gubernur Bengkulu Minta Event Tabut 2024 Lebih Baik Lagi

10 Juni 2024 - 22:14 WIB

Kanwil Kemenag Bengkulu dan BMKG Gelar Rukiyatul Hilal Tentukan Awal Dzulhijah 1445 H

8 Juni 2024 - 23:18 WIB

Pemprov Bengkulu Sampaikan Stok BBM Aman

8 Juni 2024 - 09:41 WIB

Pemuda Muhammadiyah Bengkulu Siap Sukseskan Pilkada 2024

6 Juni 2024 - 21:24 WIB

Pemprov Bengkulu Kembali Buka Program Pemutihan Pajak Kendaraan

4 Juni 2024 - 23:23 WIB

Trending di Pemerintahan