Menu

Mode Gelap

Nasional 23:02 WIB

Penting! Berikut Aturan Jarak Rumah ke Sekolah dan Jalur Zonasi PPDB 2024


					I;ustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Perbesar

I;ustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Kilas.co.id – Saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), samapai saat ini masih banyak wali murid belum mengetahui aturan jarak rumah ke sekolah atau sistem zonasi saat hendak mendaftarkan anaknya kejenjang pendidikan lanjut.

Bahkan, terkadang tidak jarang menimbulkan persoalan baru akibat keputusan sekolah yang kadang menerimah murid diluar dari zonasi yang telah ditetapkan. Hampir setiap tahun, saat PPDB menimbulkan permasalahan.

Sehingga untuk meminimalisir permasalahan, perlu diketahui aturan yang telah diterapkan jarak rumah ke sekolah atau zonasi berdasarkan Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nomor 47/M/2023 tentang pelaksanaan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA/SMK.

Dalam Sseleksi jalur zonasi calon peserta didik baru kelas 7 SMP sampai kelas 10 SMA dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam wilayah zonasi yang sudah ditetapkan.

Selain itu, dalam ketentuan jalur zonasi, jumlah siswa yang bisa diterima akan diatur oleh pemerintah daerah setempat. Mereka bahkan bisa menambah kuota lebih banyak setelah menghitung jumlah dan perkiraan siswa yang akan mendaftar.

Penetapan jarak radius antara rumah dan sekolah bervariasi disetiap daerah dan tidak dapat dipastikan dengan pasti karena mengikuti kebijakan yang akan ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing.

Contoh penetapan wilayah zonasi

Pemerintah daerah memastikan seluruh peserta didik diwilayah administratifnya masuk dalam penetapan wilayah zonasi dengan menggunakan metode atau basis pendekatan radius sekolah, wilayah administrasi, atau metode lainnya. Berikut penjelasannya.

Contoh penetapan wilayah zonasi

Pemerintah daerah memastikan seluruh peserta didik di wilayah administratifnya masuk dalam penetapan wilayah zonasi dengan menggunakan metode atau basis pendekatan radius sekolah, wilayah administrasi, atau metode lainnya. Berikut penjelasannya.

  1. Pendekatan radius sekolah

Pendekatan ini menggunakan radius dalam jarak tertentu di mana sekolah sebagai episentrum wilayah zonasi. Jarak radius ditentukan oleh pemerintah daerah dengan memperhatikan kepadatan penduduk usia sekolah/lulusan tingkat sebelumnya dan akses ke sekolah.

Hal itu membuat radius wilayah sekolah yang satu dapat berbeda dengan sekolah lainnya.

  1. Pendekatan wilayah administrasi

Pendekatan ini dapat digunakan pemerintah daerah dalam menetapkan wilayah zonasi dengan menentukan sejumlah wilayah administrasi terkecil tertentu ke dalam satu wilayah zonasi.

  1. Metode lainnya

Pemerintah daerah dapat menetapkan wilayah RT yang berbatasan langsung dengan RT di mana sekolah berada sebagai satu wilayah zonasi. Persentase daya tampung jalur zonasi PPDB 2024

Berikut ini adalah penentuan dari persentase daya tampung dari jalur zonasi PPDB 2024 yang sudah dirangkum dari Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Nomor 47/M/2023.

Jalur zonasi SD paling sedikit 70 persen dari daya tampung sekolah. Jalur zonasi SMP paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah. Jalur zonasi SMA paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah.

Kapasitas daya tampung sekolah berdasarkan jumlah calon peserta didik dan jumlah ruang kelas, dengan memperhitungkan jumlah penduduk usia sekolah, lulusan SD/sederajat, dan lulusan SMP/sederajat.

Persyaratan khusus jalur zonasi PPDB 2024

Berikut beberapa persyaratan wajib yang harus dipenuhi untuk mendaftar jalur zonasi PPDB 2024.

  1. Domisili berdasarkan Kartu Keluarga (KK)

Domisili calon peserta didik ditetapkan berdasarkan alamat pada KK yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB tahun 2024.

  1. Perubahan data KK tanpa perpindahan domisili

Perubahan data pada KK yang tidak menyebabkan perpindahan domisili sebagaimana dimaksud, antara lain:

Penambahan anggota keluarga (penambahan anggota ini selain calon peserta didik); pengurangan anggota keluarga (meninggal dunia, anggota keluarga pindah); atau KK hilang atau rusak.

  1. Konsistensi nama orang tua/wali

Nama orang tua/wali calon peserta didik baru yang tercantum pada KK harus sama dengan nama orang tua/wali calon peserta didik baru sama dengan nama yang tercantum pada rapor/ijazah jenjang sebelumnya, akta kelahiran, dan/atau KK sebelumnya. (AB)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Customer Business Meeting, PGN Tegaskan Dukungan Pemanfaatan Gas Bumi Industri Secara Berkelanjutan

12 Juli 2024 - 13:36 WIB

Proyek Pipeline dan Beyond Pipeline PGN Tingkatkan Efektifitas Penyaluran Gas Bumi Domestik

11 Juli 2024 - 13:14 WIB

Jaksa Agung Terima Penghargaan Dari Trans Media, Apresiasi Penegakan Hukum dan Pelayanan Publik

5 Juli 2024 - 21:46 WIB

DKPP Berhentikan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari

3 Juli 2024 - 22:06 WIB

PGN Peroleh Pasokan LNG Tangguh

30 Juni 2024 - 22:34 WIB

Orasi Ilmiah Jaksa Agung RI Dalam Pengukuhan Profesor Kehormatan Prof. Dr. Bambang Sugeng Rukmono di Universitas Sebelas Maret Surakarta

28 Juni 2024 - 23:53 WIB

Trending di Nasional