Menu

Mode Gelap

Berita 22:17 WIB

Pemprov Bengkulu Bersama BWS Sumatera VII Akan Kolaborasi Pengelolaan Pantai Panjang dan Mengatasi Banjir di Kota Bengkulu


					Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R. A. Denny bersama pegawai BWS Sumatera VII saat menggelar rapat membahas rencana kolaborasi penanganan kawasan Pantai Panjang dan penanganan banjir di Kota Bengkulu, Selasa 9 Juli 2024. (Foto: Dok) Perbesar

Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R. A. Denny bersama pegawai BWS Sumatera VII saat menggelar rapat membahas rencana kolaborasi penanganan kawasan Pantai Panjang dan penanganan banjir di Kota Bengkulu, Selasa 9 Juli 2024. (Foto: Dok)

Kilas.co.id, Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII rencananya akan berkolaborasi dan sinergi terkait pengelolaan objek wisata Pantai Panjang Bengkulu dan pengendalian banjir di Kota Bengkulu.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah diwakili Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R. A. Denny, menjelaskan bahwa hasil koordinasi berkala antara Pemprov Bengkulu dan BWS Sumatera VII menunjukkan kesiapan BWS Sumatera VII untuk mendukung pemeliharaan dan pembersihan kawasan jogging track di sepanjang Pantai Panjang Bengkulu.

“Namun dukungan dari BWS Sumatera VII terkendala oleh keberadaan pedagang yang masih berjualan di sepanjang bibir pantai,” jelasnya.

Terkait pengendalian banjir Kota Bengkulu, Denny menyampaikan bahwa BWS Sumatera VII secara berkala terus melakukan pengerukan endapan di Sungai Bengkulu.

Selain itu juga akan dilakukan pembangunan kolam retensi yang akan dimulai pada tahun 2025.

Sementara itu, Kepala BWS Sumatera VII, Media Ramadhan, menyatakan bahwa berdasarkan rencana strategis (restra) Kementerian PUPR, pihaknya memiliki peluang untuk mendukung pemeliharaan kebersihan sepanjang bibir pantai.

Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R. A. Denny bersama pegawai BWS Sumatera VII foto bersama usai membahas rencana kolaborasi penanganan kawasan Pantai Panjang dan penanganan banjir di Kota Bengkulu, Selasa 9 Juli 2024. (Foto: Dok)

Untuk pengendalian banjir Kota Bengkulu melalui pembangunan kolam retensi, saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.

“Setelah pembebasan lahan selesai tahun ini, pembangunan bisa dilanjutkan pada tahun 2025,” terangnya.

Untuk diketahui, kawasan pantai panjang merupakan objek wisata yang banyak diminati wisatawan dari berbagai daerah. Sayangnya, sejauh ini belum mendapatkan sentuhan yang estetik. Sehingga banyak usulan dari berbagai pihak untuk bersama menjaga dan mengembangkan objek wisata tersebut.

Terkait banjir di Kota Bengkulu juga menjadi perhatian semua pihak terutama beberapa tahun terakhir. Pasalnya tiap kali hujan tak jarang beberapa daerah di Kota Bengkulu mengalami banjir, terutama rumah-rumah yang berdiri didekat endapan air.

Tentu kolaborasi ini menjadi harapan semua masyarakat agar dapat terwujud. Sehingga objek wisata Pantai Panjang menjadi icon dan banjir di Kota Bengkulu cepat teratasi. (adv)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kopi Kepahiang Kini Sudah Masuk Pasar Internasional, Pak Sahid Coffee Sudah MoU dengan Kopinada

19 Juli 2024 - 00:00 WIB

Stand Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kepahiang Dinobatkan Stand Paling Kreatif

17 Juli 2024 - 23:30 WIB

Semangati Siswa Baru Mengikuti MATSAMA, Kakankemenag Kepahiang; Jadikan Kegiatan Ini Mengenal Lebih Dalam Madrasah

16 Juli 2024 - 23:12 WIB

Kakankemenag Kepahiang Tegaskan, ASN dan Non ASN untuk Tidak Bermain Judi Online

16 Juli 2024 - 22:41 WIB

Kejati Bengkulu Saat Ini Memiliki Dua Aplikasi Untuk Memberikan Kemudahan Pelayanan Pada Masyarakat

15 Juli 2024 - 23:19 WIB

Pria Buruh Petik Kopi di Kepahiang Ditemukan Gantung Diri di Pohon Jambu

12 Juli 2024 - 23:42 WIB

Trending di Berita