Menu

Mode Gelap

Berita 23:16 WIB

Longsor di Kabupaten Lebong Kembali Terulang


					Alat berat terlihat sedang membersihkan tanah longsor di desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong. (Foto: Dok) Perbesar

Alat berat terlihat sedang membersihkan tanah longsor di desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong. (Foto: Dok)

Kilas.co.id, Bengkulu – Musibah tanah longsor kembali terjadi di desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong pada Minggu 9 Juni 2024 kemarin. Longsor yang terjadi di desa Talang Ratu ini merupakan longsor susulan yang terjadi ketiga kalinya dalam beberapa bulan belakang.

Longsor yang terjadi di desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang tersebut mengakibatkan jalan lintas Lebong – Rejang Lebong sempat terputus beberapa jam.

Kepala pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini sudah menangani longsor di desa Talang Ratu kecamatan Rimbo Pengadang sejak musibah terjadi Minggu (9/6) lalu.

“Kemarin ada longsor di tebing Talang Ratu sudah ditangani jadi longsornya itu memang tanah yang dibuat hole itu alat berat kita sudah stay. Kemudian, ada tanah yang turun memang penanganan darurat diperlukan, kalau penanganan permanen masih menunggu masih dalam proses pengusulan anggaran di APBDP 2024 mendatang,” kata Herwan Antoni.

Baca juga: https://www.kilas.co.id/warga-agam-ucapkan-terima-kasih-atas-bantuan-masyarakat-bengkulu/

Dalam keterangannya, Herwan Antoni saat ini sudah melakukan proses pengusulan penanganan permanen longsor di Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong melalui anggaran APBDP 2024.

Hal ini menurut Herwan, perlunya penanganan permanen terhadap longsor Lebong dikarenakan kondisi tanah di Lebong yang lembut dan diperlukan pemasangan pelapis tebing permanen serta bronjong di sisi tebing dekat sungai.

“Iya itu karena memang tekstur tanahnya lembut, kalau hujan berpengaruh pada titik-titik yang lokasi sudah dikikis. Kita sudah rencanakan beberapa titik pemasangan (bronjong) itu harus ada pemasangan karena kan berbatasan dengan sungai kemudian pelapis tebing harus àda ini yang sekarang kita sedang dalam proses penanganan permanen,” tutup Herwan Antoni. (AB)

Baca juga: https://www.kilas.co.id/beberapa-jalan-curup-lebong-rawan-bencana-dewan-minta-dinas-pupr-ambil-tindakan/

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bahan Kebutuhan Pokok Menjelang Idul Adha di Kepahiang Tergolong Stabil

15 Juni 2024 - 00:04 WIB

Kopi Kepahiang Akan Menjadi Produk Unggulan Kancah Nasional di Pameran Apkasi

14 Juni 2024 - 23:45 WIB

Ibu Muda Sedang Mengandung Ditemukan Tewas Gantung Diri

10 Juni 2024 - 23:47 WIB

Harga Kopi di Kepahiang Saat ini Mencapai 65 Ribu

8 Juni 2024 - 23:38 WIB

Pemrpov Bengkulu Kembali Mediasi Pemkab Lebong dan Bengkulu Utara Terkait Sengketa Batas Wilayah

6 Juni 2024 - 23:40 WIB

Dalam Satu Hari, 15 Orang Digigit Anjing Gila

3 Juni 2024 - 15:45 WIB

Trending di Berita