Menu

Mode Gelap

Provinsi Bengkulu 23:58 WIB

Kerusakan Hutan di Bengkulu Mencapai 13 Persen, Rohidin Mengajak Masyarakat Bersama Menanam Pohon


					Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melakukan penanam pohon. (Foto: Dok) Perbesar

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melakukan penanam pohon. (Foto: Dok)

Kilas.co.id, Bengkulu – Seluas 8.306 hektar atau 13 persen kawasan hutan di Provinsi Bengkulu mengalami kehilangan pohon. Keadaan ini menjadi perhatian khusus Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Rohidin mengajak masyarakat bersama menjaga hutan dan ekosistem yang ada di Provinss Bengkulu dengan cara melakukan reboisasi hutan terutama untuk mencegah terjadinya banjir.

Saat ini BKSDA dan BPDAS Bengkulu serta UPTD Kehutanan sudah mempersiapkan jutaan bibit pohon yang rencananya untuk dilakukan penanaman agar hutan di Bengkulu kembali sehat.

“Karena hal itu kita minta dukungan masyarakat kita menanam untuk merehabilitasi hutan secara bersama,” kata Gubernur Rohidin di Balai Raya Semarak, Kamis 1 Februari 2024.

Menurut data dari Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) merilis, telah terjadi perubahan tutupan hutan di Provinsi Bengkulu yang menyebabkan seluas 8.306 hektar atau 13 persen kawasan hutan hilang.

Menuru Rohidin, keadaan hutan yang terus mengalami kerusakan perlu bersama dengan masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan kewaspadaan.

“Memang kita akui tingkat kerusakan hutan cukup tinggi bahkan secara keseluruhan hampir 13 persen yang dalam kondisi tutup lahan rusak maka memang harus berhati-hati dan diperlukan menjaga hutan secara bersama,” fungkas Rohidin.

Sekedar informasi, pohon yang hidup dalam hutan sangat banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Selain dapat mencegah banjir dan pemanasan global, pohon dapat menghasilkan oksigen dan mengurangi karbondioksida oksigen yang diperlukan manusia dan hewan untuk bernapas.

Selain itu, pohon memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis yang menghasilkan gas oksigen dan gula. Di saat bersamaan atau saat fotosintesis berlangsung, tanaman menghisap gas karbondioksida. Gas karbondioksida adalah gas yang sangat beracun. Bila dalam jumlah yang berlebihan, akan menimbulkan efek rumah kaca. Berdasarkan penelitian, setiap 1 hektar hutan tropis dapat mengubah 3,7 ton CO2 menjadi 2 ton O2.

Berdasarkan hasil penelitian beberapa lembaga pemerhati hutan, pohon dapat menahan laju air dan erosi dengan cara membuat lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah sebanyak 60-80 persen. Dengan kemampuan ini, keberadaan pohon dapat meningkatkan cadangan air tanah.

Selain dapat menahan laju air, akar pohon juga berfungsi menahan erosi tanah. Tanah yang terkikis akan masuk ke aliran sungai dan menyebabkan terjadinya endapan. (HS)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemprov dan Bank Indonesia akan Gelar Bedah Buku Bengkulu Hebat Akhir Februari

21 Februari 2024 - 21:40 WIB

Buku Berjudul Bengkulu Hebata Karangan Rohidin Mersyah Segera Didaftarkan di Perpustakaan Digital Nasional

21 Februari 2024 - 14:11 WIB

AHY Putra Sulung SBY Resmi Dilantik Presiden Joko Widodo Jadi Menteri ATR/BPN

21 Februari 2024 - 13:29 WIB

Pecahkan Rekor Baru Jonaidi SP Menang 4 Kali Pemilu

21 Februari 2024 - 09:10 WIB

Waspada DBD, Dinkes Kota Bengkulu Sarankan Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

20 Februari 2024 - 23:58 WIB

Kabar Gembira, Tahun Ini Pemerintah Kota Bengkulu Usulkan Pembukaan CPNS dan PPPK

20 Februari 2024 - 23:25 WIB

Trending di Bengkulu Utara