Menu

Mode Gelap

Berita 21:55 WIB

El Nino tahun Lalu Berdampak Menipisnya Ketersedian Beras, Dewan Sebut Ketersedian Beras di Bengkulu Banyak


					Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi. (Foto: Dok) Perbesar

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi. (Foto: Dok)

Kilas.co.id, Bengkulu – Pasca perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 selesai, kini masyarakat dihadapkan dengan harga bahan pokok mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Keadaan ini banyak yang menduga karena pemerintah dengan ugal-ugalan menyalurkan Bansos beberapa waktu lalu. Keadaan kenaikan harga bahan pokok ini juga terjadi di Provinsi Bengkulu.

Usut punya usut, ternyata bukan hanya itu yang menjadi penyebab utamanya. Menipisnya ketersedian pasokan beras di gudang Bulog disebabkan dengan perubahan cuaca berkepanjangan tahun lalu dengan fenomena El Nino sehingga banyak terjadi kegagalan panen yang dialami oleh petani.

Pemahaman ini disampaikan anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi. Dalam pemaparannya Sumardi menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem seperti fenomena El Nino dan kegagalan panen telah berdampak signifikan pada persediaan beras di gudang Bulog.

“Kemarin, kita menghadapi tantangan serius dengan cuaca El Nino dan banyak panen yang gagal. Ini mengakibatkan terkurasnya persediaan beras di gudang Bulog, terutama karena banyaknya program pangan nasional yang membagikan beras secara percuma kepada masyarakat,” ungkap Sumardi beberapa waktu lalau dikutif dari jurnalis.com.

Sumardi menyampaikan bahwa dampak dari kondisi tersebut kini terasa dengan naiknya harga beras secara bertahap. Meskipun demikian, Sumardi bersyukur bahwa di Provinsi Bengkulu, ketersediaan beras masih cukup dan harga relatif stabil dengan selisih hanya sekitar dua ribu atau tiga ribu.

Ilustrasi

“Tapi Alhamdulillah untuk di Bengkulu beras itu banyak,” ucap Sumardi. Dalam upayanya untuk mencegah kelangkaan dan merangkaknya harga beras, Sumardi menyatakan telah berkoordinasi dengan Bulog. “Kami telah memesan kepada Bulog agar memperbanyak pasokan beras di ritel mitra kerja Bulog di Provinsi Bengkulu. Hal ini diharapkan dapat menghindari kenaikan harga yang signifikan,” jelasnya.

Sumardi juga menegaskan bahwa setelah melakukan kunjungan ke Bulog beberapa hari lalu, pihak Bulog memberikan jaminan bahwa tidak akan ada kenaikan harga yang terlalu tinggi dan ketersediaan beras dianggap aman.

“Dalam situasi ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci. Kita perlu terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tutup Sumardi. (adv)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mudik Kampung Halaman Istri (KAUR) Produktif, Penyuluh Agama Binduriang Sampaikan Pesan Dakwah Mimbar Jum’at

12 April 2024 - 18:56 WIB

Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu, Gubernur Prof Rohidin Pesan Agar Masyarakat Teruskan Nilai Ibadah Berkualitas

10 April 2024 - 19:12 WIB

Pemkot Bengkulu Dirikan Posko Layanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2024

10 April 2024 - 17:47 WIB

BPBD Mencatat, 575 Warga Terdampak Banjir di Kepahiang

9 April 2024 - 23:58 WIB

Pastikan Rumah Dalam Keadaan Aman Sebelum Mudik Lebaran

6 April 2024 - 23:27 WIB

Jelang Lebaran, Stok Gas LPG 3 Kg Aman

5 April 2024 - 23:45 WIB

Trending di Pemkot Bengkulu