Menu

Mode Gelap

Berita 22:47 WIB

Dua Satpam PT DDP Penganiaya Petani Dilaporkan ke Polisi


					Salah satu korban (petani) saat dievakuasi usai betrok dengan petugas keamanan PT DPP. (Foto/Dok: Ist) Perbesar

Salah satu korban (petani) saat dievakuasi usai betrok dengan petugas keamanan PT DPP. (Foto/Dok: Ist)

Kilas.co.id, Bengkulu – Dua orang satpam PT Daria Dharma Pratama (DDP) bernama Darto dan Taufik alias Topik dilaporkan ke polisi atas tindak penganiayaan terhadap dua orang petani anggota Kelompok Petani Maju Bersama, Poniran dań Darmen dalam bentrok mempertahankan buah sawit di lahan grapan petani di lahan eks HGU PT Bina Bumi Sejahtera (BBS).

Laporan petani ini diproses Kepolisian Sektor (Polsek) Mukomuko Selatan dengan No Laporan LP/B/21/VII/2023/SPKT/POLSEK MUKOMUKO SELATAN/POLRES MUKOMUKO/POLDA BENGKULU dan LP/B/22/VII/2023/SPKT/POLSESK MUKOMUKO SELATAN/POLRES MUKOMUKO/POLDA BENGKULU serta kasus ini akan dilimpahkan ke Kepolisian Resort Mukomuko.

Paralegal Petani, Reski Susanto, S.H menyampaikan saat ini pihak petani mendesak pelaku segera ditangkap karena berdasarkan keterangan dari pihak Polres tindak pidana penganiayaan ini sudah jelas.

“Namun, saat ini pelaku belum ditangkap Polsek Mukomuko Selatan, alasannya karena belum ada perintah dari Polres Mukomuko. Kami meminta Kapolres segera merespon sebelum pelaku melarikan diri,” ujar Reski dalam siaran pers yang diterima media ini, Sabtu 29 Juli 2023.

Reski menambahkan, petani yang dianiaya oleh satpam itu masih dalam tahap perawatan karena keduanya mengalami luka yang cukup serius, bahkan Poniran mendapatkan jahitan di kening.

“Darmen ditinju dan dipukul dengan batu oleh Darto yang menyebabkan lebam pada bagian wajah sebelah kiri dan keluar darah dari hidung sampai terjatuh ke tanah dan Poniran dipukul oleh Topik yang menyebabkan luka pada pelipis sebelah kiri,” tambah Reski

Para petani menurut Reski akan terus mendesak pihak Polres Mukomuko untuk memproses kasus ini karena sudah berulangkali menimpa petani yang berjuang mempertahankan lahan garapan sumber penghidupan mereka.

“Saat ini petani masih menunggu komitmen Polres Mukomuko dalam menindak pelaku penganiayaan dan juga menunggu keseriusan pemerintah daerah serta pusat untuk menyelesaikan konflik yang terjadi, tutup Reski.

Diketahui, kejadian penganiayaan ini bermula sekira pukul 14.00 wib saat petani melakukan gotong royong memanen sawit di lahan garapan Petani Maju Bersama yang Bernama Suharto di perkebunan eks PT Bina Bumi Sejahtera (BBS)

Saat itu, PT DDP yang dikawal Brimob Polda Bengkulu memblokade jalan di lahan garapan dan mencoba merampas hasil panen petani.

Aksi yang dilakukan oleh perusahaan ini memancing perdebatan dan bentrok antara petani dan satpam perusahaan. (AB)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tokoh Pers Nasional Salim Said Meninggal Dunia

18 Mei 2024 - 23:25 WIB

PWI Kepahiang Menggelar Audiensi ke Kapolres

17 Mei 2024 - 22:45 WIB

Sebelum Menikah, Kini Calon Pengantin Harus Memiliki Sertifikat Elsimil

16 Mei 2024 - 23:31 WIB

Taufik Tegaskan Bantuan Benih Padi Dari Pemerintah Pusat Jangan Perjual Belikan

15 Mei 2024 - 23:34 WIB

Hewan Kurban Iduladha Harus Miliki SKKH

15 Mei 2024 - 23:10 WIB

Dinas Pertanian Kepahiang Salurkan Bantuan Bibit Cabe Dari Pemerintah Pusat Untuk Kelompok Tani

14 Mei 2024 - 23:57 WIB

Trending di Bengkulu Utara