Menu

Mode Gelap

Berita 23:08 WIB

Dinsos Kepahiang Rujuk Dua Warga Kepahiang Ke RSJK Atas Penykit Psikotik yang Mereka Alami


					Dinas Sosial Kepahiang saat menyambangi salah satu kediaman warga Kepahiang yang akan di rujuk ke RSJK. (Foto: Dok) Perbesar

Dinas Sosial Kepahiang saat menyambangi salah satu kediaman warga Kepahiang yang akan di rujuk ke RSJK. (Foto: Dok)

Kilas.co.id, Kepahiang – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang merujuk dua warga Kepahiang ke Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) karena diduga mengidap penyakit Psikotik menahun. Di RSJK, harapnya mereka dapat sembuh dan kembali bersama keluarga.

Helmi Johan, Kepala Dinas Sosial menuturkan, dua warga kepahiang yang dirujuk ke RSJK semunya perempuan. Satu lansia berusia 61 tahun warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Kabawetan. Satu lagi perempuan berusia 24 tahun warga Desa Sinar Gunung, Kecamatan Kepahiang.

“Kita berharap mereka bisa sembuh seperti semula setelah mendapatkan pengobabatan medis nantinya,” kata Helmi Johan dikutif dari Radarkepahiang.bacakoran.co.

Mirisnya dari sakit psikotik yang dialami perempuan warga Desa Mekar Sari ini sudah mencapai 14 tahun. Selama ini, berdasarkan asasmen yang dilakukan Dinsos belum pernah mendapat pengobatan medis. Pihak keluarga hanya mampu melakukan pengobatan secara tradisional atau pengobatan kampung.

“Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah melalui Dinsos Kepahiang, kami merujuk yang bersangkutan ini ke RSKJ,” terang Helmi.

Sama yang dialami warga Desa Sinar Gunung Kecamatan Kepahiang yang masih berusia 24 tahun tersebut. Dengan keterbatasan ekonomi, keluarga mereka tidak mampu memberikan pengobatan secara medis.

“Kita berharap kedua warga yang diduga menderita psikotik ini bisa sembuh, setelah menjalani pengobatan,” harap Helmi.

Untuk diketahui, Psikotik suatu gangguan mental yang ditandai dengan diskoneksi dari kenyataan. Psikosis dapat terjadi sebagai akibat dari penyakit jiwa seperti skizofrenia. Dalam kasus lain, kondisi ini dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan, obat-obatan, atau penggunaan narkoba.

Gejala yang mungkin terjadi meliputi delusi, halusinasi, bicara tak jelas, dan agitasi. Orang dengan kondisi ini biasanya tidak menyadari perilakunya. Penanganan dapat berupa obat-obatan dan terapi bicara. (AB)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bahan Kebutuhan Pokok Menjelang Idul Adha di Kepahiang Tergolong Stabil

15 Juni 2024 - 00:04 WIB

Kopi Kepahiang Akan Menjadi Produk Unggulan Kancah Nasional di Pameran Apkasi

14 Juni 2024 - 23:45 WIB

Kajati Bengkulu yang Baru Siap Bersinergi dengan Pers

13 Juni 2024 - 12:18 WIB

Kabar Gembira, Gaji 13 ASN Pemkot Bengkulu Segera Cair

13 Juni 2024 - 11:33 WIB

Perwal BPHTB Kini Bayar PBB Merujuk Berdasarkan Transaksi dan NJOP

12 Juni 2024 - 23:38 WIB

Pejabat Walikota Lantik Eko Agusrianto Jadi Pejabat Sekda Pemkot Bengkulu

12 Juni 2024 - 22:53 WIB

Trending di Pemkot Bengkulu