Menu

Mode Gelap

Berita 23:11 WIB

Dinas Pertanian Dorong Masyarakat Menanam Padi Gogo untuk Mengantisipasi Krisis Pangan Dunia


					Rapat Koordinasi Penambahan Areal Tanam (PAT) Padi di Aula Dinas Pertanian, Kamis, 18 April 2024. (Foto: AB) Perbesar

Rapat Koordinasi Penambahan Areal Tanam (PAT) Padi di Aula Dinas Pertanian, Kamis, 18 April 2024. (Foto: AB)

Kilas.co.id, Kepahiang – Mengantisipasi krisis pangan dunia yang semakin nyata, pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi kepada petani di daerah, salah satunya mendorong peningkatan hasil penen, penyedian lahan dan penyaluran pupuk subsidi secara merata.

Isu ini segera ditanggulangi untuk megantisipasi krisis pangan yang sangat berdampak pada keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Di Kabupaten Kepahiang, melalui Dinas Pertanian, salah satu solusi yang dilakukan adalah mendorong masyarakat melakukan peningkatan hasil panen padi dan menanam padi gogo (padi darat) serta memanfaatkan lahan tidur semaksimal mungkin.

Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat di Kabupaten Kepahiang walaupun lahan pertanian sawah termasuk paling sedikit di Provinsi Bengkulu.

“Luas baku lahan dan luas baku sawah di Kabupaten Kepahiang merupakan yang terkecil di Provinsi Bengkulu, namun memiliki potensi lahan sawah tadah hujan dan padi gogo yang dapat ditanam pada lahan replanting kopi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang Ir. Taufik saat memberikan kata sambutan di acara Rapat Koordinasi Penambahan Areal Tanam (PAT) Padi di Aula Dinas Pertanian, Kamis, 18 April 2024.

Dalam acara rapat koordinasi yang turut dihadiri Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, kata Taufik, Dinas Pertanian Kepahiang juga mendukung penuh program Pernambahan Area Tanam yang menjadi program strategis pemerintah pusat untuk memperkuat ketersediaan pangan nasional.

Baca juga: https://www.kilas.co.id/dinas-pertanian-kepahiang-optimis-hasil-panen-padi-dan-jagung-lampaui-target-nasional/

Semantara itu Yudi Sastro dalam pemaparanya, isu ancaman krisis pangan dunia sangat nyata dan jangan sampai di Indonesia terjadi krisis pangan. Salah paktor penyebabnya adalah berkuranya produksi pangan berkurangnya pupuk bersubsidi dan ketersediaan benih.

“Oleh karena itu, Kementan berupaya meningkatkan ketersediaan pangan melalui kegiatan percepatan tanam. Kegiatan dilakukan dengan cara percepatan penambahan areal tanam dan peningkatan indeks pertanaman (PIP),” kata Yudi Sastro.

Selain itu, melakukan kegiatan PAT melalui pertanaman padi gogo pada lahan kring dan pertanaman padi pada lahan tadah hujan serta pertanaman padi dilahan irigasi yang sudah lama tidak berfungsi karena kurusakan jaringan lebih dari 1 tahun.

“Sehingga dapat didukung dengan kegiatan pompanisasi. Untuk kegiatan PIP, target Kabupaten Kepahiang meningkatkan indeks pertanaman padi dari 1,1 menjadi 1,6,” pungkas Yudi. (AB)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bahan Kebutuhan Pokok Menjelang Idul Adha di Kepahiang Tergolong Stabil

15 Juni 2024 - 00:04 WIB

Kopi Kepahiang Akan Menjadi Produk Unggulan Kancah Nasional di Pameran Apkasi

14 Juni 2024 - 23:45 WIB

Kajati Bengkulu yang Baru Siap Bersinergi dengan Pers

13 Juni 2024 - 12:18 WIB

Kabar Gembira, Gaji 13 ASN Pemkot Bengkulu Segera Cair

13 Juni 2024 - 11:33 WIB

Perwal BPHTB Kini Bayar PBB Merujuk Berdasarkan Transaksi dan NJOP

12 Juni 2024 - 23:38 WIB

Pejabat Walikota Lantik Eko Agusrianto Jadi Pejabat Sekda Pemkot Bengkulu

12 Juni 2024 - 22:53 WIB

Trending di Pemkot Bengkulu