Menu

Mode Gelap

Berita 23:43 WIB

Dewan Sidak Pengerjaan Normalisasi Sungai Rupat


					DPRD Kota Bengkulu saat melakukan sidak kelokasi proyek pengerjaan normalisasi aliran air Sungai Rupat, Selasa 6 Juni 2023. (Foto: AB) Perbesar

DPRD Kota Bengkulu saat melakukan sidak kelokasi proyek pengerjaan normalisasi aliran air Sungai Rupat, Selasa 6 Juni 2023. (Foto: AB)

Kilas.co.id, Kota Bengkulu – DPRD Kota Bengkulu akan membantu menganggarkan dana sebesar Rp500 juta untuk mensuport pengerjaan normalilasi Sungai Rupat. Proyek normalisasi tersebut ditargetkan selesai tahun ini dengan menelan biaya sebesar Rp12 miliar dana hibah dari pemerintah pusat menggunakan APBN.

Normalilasi Sungai Rupat ini sepanjang 650 meter dimulai dari belakang kantor Damkar Kota Bengkulu sampai jembatan Sungai Rupat. Diharapkan selesainya normalilasi ini nanti dapat meminimalisir banjir yang sering terjadi beberapa tahun terakhir.

“Insyaallah akan kami dukung dengan dana APBD Rp500 juta agar pengerjaannya tuntas,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Nuzuludin saat melakukan sidak proyek normalisasi Sungai Rupat, Selasa 6 Juni 2023.

Dalam sidak tersebut, DPRD Kota Bengkulu melakukan mengecekan keseluruh pengerjaan dari pangkal sampai ke unjung. Dari pengamatan saat melakukan sdiak, Dewan menemukan beberapa hambatan salah satunya kekurangan anggaran. Dari situlah Komisi II DPRD Kota Bengkulu berkomitmen akan menambah anggaran melalui APBD.

Normalisasi aliran air Sungai Rupat Kota Bengkulu masih dalam pengerjaan. (Foto: AB)

Karena anggaran dana hibah dari pemerintah pusat melalui APBN dimungkinkan tidak mencukupi untuk mengcover normalilasi sungai yang menjadi rawan banjir itu.

Sementara itu selaku stakeholder terkait, Plt Kepala BPBD Pemerintah Kota Bengkulu Will Hopi menerangkan proyek normalilasi ini akan selesai pada akhir tahun 2023. Setelah dilakukan normalilasi ia berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Bengkulu dan tidak lagi terjadi banjir.

“Khususnya di kawasan Jalan Aren. Karena memang banyak keluhan terkait banjir di kawasan ini karena sungainya sudah sempit tak mampu menahan air lagi,” kata Will Hopi.

Untuk diketahui, beberapa tahun terakhir pemukiman warga disekitar Sungai Rupat sering terkena banjir pada saat hujan lebat melanda Kota Bengkulu. Pada tahun 2019 lalu puluhan rumah terendam banjir setinggi 1 meter. Namun kejadian itu tidak memakan korban jiwa. (AB)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kopi Kepahiang Kini Sudah Masuk Pasar Internasional, Pak Sahid Coffee Sudah MoU dengan Kopinada

19 Juli 2024 - 00:00 WIB

Stand Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kepahiang Dinobatkan Stand Paling Kreatif

17 Juli 2024 - 23:30 WIB

Semangati Siswa Baru Mengikuti MATSAMA, Kakankemenag Kepahiang; Jadikan Kegiatan Ini Mengenal Lebih Dalam Madrasah

16 Juli 2024 - 23:12 WIB

Kakankemenag Kepahiang Tegaskan, ASN dan Non ASN untuk Tidak Bermain Judi Online

16 Juli 2024 - 22:41 WIB

Kepahiang Mendapatkan Penghargaan KEMENDES PDDT Teknologi Tepat Guna Nusantara 2024

16 Juli 2024 - 14:07 WIB

Kejati Bengkulu Saat Ini Memiliki Dua Aplikasi Untuk Memberikan Kemudahan Pelayanan Pada Masyarakat

15 Juli 2024 - 23:19 WIB

Trending di Berita