Menu

Mode Gelap

Pemerintahan 21:52 WIB

Berhasil Menurunkan Emisi Karbon, Pemprov Bengkulu Dapat Dana Kompensasi 11 Miliar


					Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melakukan penanam pohon. (Foto: Dok) Perbesar

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melakukan penanam pohon. (Foto: Dok)

Kilas.co.id, Bengkulu – Hutan yang tersisa di Provinsi Bengkulu sangat berkontribusi besar dalam menekan penurunan emisi karbon. Saat ini Bengkulu memiliki 44 persen kawasan hutan cadangan. Jumlah tersebut memberikan kontribusi 10 persen terhadap upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pemerintah Pusat dengan kontribusi penurunan emisi karbon yang berhasil dilakukan Pemprov Bengkulu memberikan kompensasi senilai Rp 11 miliar. Dana tersebut rencananya akan direalisasikan tahun ini. Pemprov Bengkulu masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Pusat untuk mengolah dana tersebut.

Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Isnan Fajri menjelaskan, bahwa dana ini tidak akan masuk ke kas daerah, melainkan langsung digunakan untuk pengembangan ekonomi masyarakat di bidang kehutanan.

“Pelaksanaan program akan dilakukan oleh pihak ketiga yang akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu,” kata Isnan.

Hutan Bengkulu

Lokasi sasaran program ini masih belum dipastikan, namun dipastikan akan dilaksanakan di sekitaran kawasan hutan Bengkulu.

“Kami ingin program ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Isnan.

Dana kompensasi karbon merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong penurunan emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Isnan menjelaskan bahwa alokasi dana kompensasi karbon ini diperoleh setelah pengusulan selama tiga tahun dan baru disetujui pada tahun 2024. Bahkan, Pemprov Bengkulu telah mengajukan proposal rancangan kegiatan program kompensasi karbon sampai tahun 2030.

“Penyaluran dana program ini awalnya direncanakan pada tahun 2023, namun baru terealisasi di tahun 2024,” ungkap Isnan.

Isnan menjelaskan bahwa usulan perdana ini sesuai petunjuk dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyebutkan alokasi dana pada tahun pertama baru sebatas 10 persen. Setelah mendapat rekomendasi dari Kementerian LHK, penyaluran dana akan diajukan ke Dirut Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

“Program kompensasi karbon ini bertujuan untuk memberikan insentif kepada daerah yang berkontribusi dalam penurunan emisi karbon,” tutup Isnan. (adv)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu, Gubernur Prof Rohidin Pesan Agar Masyarakat Teruskan Nilai Ibadah Berkualitas

10 April 2024 - 19:12 WIB

Pemkot Bengkulu Dirikan Posko Layanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2024

10 April 2024 - 17:47 WIB

BPBD Mencatat, 575 Warga Terdampak Banjir di Kepahiang

9 April 2024 - 23:58 WIB

Pastikan Rumah Dalam Keadaan Aman Sebelum Mudik Lebaran

6 April 2024 - 23:27 WIB

Jelang Lebaran, Stok Gas LPG 3 Kg Aman

5 April 2024 - 23:45 WIB

Jembatan Rawa Makmur Kini Sudah Diperbaiki

5 April 2024 - 23:25 WIB

Trending di Pemkot Bengkulu